Akibat Asma Jemaah Haji Asal Indonesia Dirawat Di KKHI

By | 23rd August 2016

Mengobati Penyakit Asma -, Menurut informasi yang di dapatkan bahwa saat ini ada beberapa jemaah asal Indonesia yang tengah di rawat di KKHI untuk mendapatkan pertolongan. Jemaah tersebut di ketahui telah memiliki penyakit seperti asma, hipertensi, janung serta kanker sejak berada di Indonesia dan kambuh kembali sedang melakukan haji. Jemaah jemaah haji yang menderita penyakit tersebut kemudia di larikan ke KKHI atau kepanjangan dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia untuk mendapatkan pertolongan agar dapat pulih kembali dan bisa melanjutkan haji tersebut. Keluarga dan panitia berharap jemaah haji akan segera pulih kembali dan pula ke tanah suci dengan selamat tanpa kekurangan apapun itu.

Akibat Asma Jemaah Haji Asal Indonesia Dirawat Di KKHI

Menurut Dr Ika Nurfarida, di Mekkah, menyebutkan bahwa saat ini di klinik sudah ada 12jema’ah haji yang di rawat akibat penyakit pernafasan dan juga penyakit jantung. Dari ke 12 tersebut, 6 jemaah terpaksa harus di rujukan ke Rumasakit Mekah untuk mendapatkan pertolongan yang serius akibat penyakit jantung serta kanker yang memang sudah ada saat masih berada di Indonesia. Akibat asma jemaah haji asal Indonesia dirawat di KKHI dan mendapatkan penanganan yang serius. Selain jenis penyakit kanker, asma serta jantung, ada juga jemaah haji yang menderita masalah diabetes dan hipertensi. Saat ini mereka mengira bahwa penyakit mereka bisa kambuh akibat dari faktor kelelahan.

Selain faktor kelelahan, penyakit asma juga bisa datang akibat debu yang bisa saja memicu berbagai jenis masalah kesehatan pernafasan seperti asma ini. Menurut dokter, mereka berharap bahwa bagi siapa saja yang memang telah memiliki riwayat penyakit ini agar selalu sedia obat agar penyakit ini tidak kambuh dan tidak membahayakan kesehatan. KKHI Mekkah ini di urus oleh 241 orang tenaga kesehatan, seperti 9 dokter umum, satu dokter gigi, dua petugas laboratorium, dua tenaga administrasi 18 dokter spesialis antara lain penyakit dalam, paru, saraf, jiwa, bedah, anestesi, dan jantung, 2 18 ahli sanitasi dan surveilans, 13 apoteker, 72 perawat, dua tenaga gizi, satu rekam medis,  satu elektromedis, satu petugas rontgen, serta dua tenaga siskohatkes.

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *